Jumat, 07 April 2017

Contoh Laporan / Makalah Prakerin

Prakerin mungkin hanya mahasiswa dan anak smk / stm yang pernah meraskannya berbagai cobaan, ujian, kesabaran dll kita teruji disana.
disaat prakerin / PKL kita di latih agar siap terjun ke dunia usaha disaat kita lulus nanti dan di akhir masa Prakerin kita di tuntut untuk menyerahkan Laporan / Makalah Prakerin dan juga diperuntukan saat kita melaksanakan sidang prakerin.
berikut adalah contoh Laporan / Makalah Prakerin, kali ini saya akan memberikan contoh Laporan / Makalah Prakerin  bidang Teknik Kendaraan Ringan atau otomotif.

*mungkin artikel di bawah akan sedikit berantakan karena proses copas dari word ke blog untuk lebih jelas bisa download format doc nya
ini linknya bro







LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
Service power steering mobil BMW
Diajukan guna memenuhi salah satu syarat menempuh uji kompetensi
Dan Ujian Nasional tahun 2016 – 2017 Di SMK BANJAR ASRI
Disusun Oleh :
SAEFUL ANWAR
NOMOR INDUK : 141510029
PELI SUKMARA
NOMOR INDUK :141510074
RIAN HIDAYAT
NOMOR INDUK :141510027
DEPARTEMEN TEKNIK KENDARAAN RINGAN
TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF
SMK BANJAR ASRI CIMAUNG
Jln Gn. Puntang Km. 1 Tlp. (022) 5942357 Cimaung Kab. Bandung
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TEKNOLOGI, REKAYASA DAN INFORMATIKA
SMK BANJAR ASRI
Lebar pengesahan :
LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)

Menyetujui :
          Ketua Prodi TKR                                                             Pembimbing 1

     Drs. H. Abbas Bastaman                                             Galih Resmana A,ST
Mengesahkan Oleh :

         Kepala Sekolah                                              Koordinator prakerin/Ketua Hubin


  Taryat  Sunandar ,S.Pd                                                 Hendri Purnama S.Pd.I

I
SM SANGGAR MOTOR (BMW)
JL.Raya Gading 1,Soreang Kab Bandung
LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
Lebar pengesahan :
Menyetujui :
Instruktur / pembimbing 1




Cawang
Mengesahkan,
Pimpinan



Pak Rosidin





II
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TEKNOLOGI DAN REKAYASA
SMK BANJAR ASRI CIMAUNG

SIDANG PERSENTASI :

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
Sidang Persentasi Laporan  PRAKERIN
Dilaksanakan di  : Kampus SMK Banjar Asri Cimaung Kab. Bandung

Pada Hari / Tanggal : ……………………………………………………………





Penguji 1                                                                                 Penguji 2

……………………………                                                      ………………………………….



III
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadira AIIAH SWT yang telah mencurah limpahkan rahmat hidayah dan taufiknya serta tidak lupa kepada jungjunan kita nabi Muhammad rasullulah SAW dan tidak lupa kepada tabiin tabiat nya dan kita selaku umat nya sehingga penulis dapat meleksanakan praktek kerja lapangan serta dapat menyelesaikan laporan nya tepat waktu dan tanpa adanya halangan yang berarti, dapat mengerjakan walaupun tidak sempurna.

Dalam penyusuna laporan hasil kerja praktek lapangan ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, oleh sebab itu penulis ingin mengungkapkan rasa terimakasih
Kepada :
1.      Bapak Taryat Sunandar S.Pd selaku kepala SMK Banjar Asri Cimaung
2.      Bapak Hendri Purnama S.Pd.I sebagai coordinator Prakerin Dan sebagai ketua bidang Hubungan industri SMK Banjar Asri Cimaung
3.      Bapak Drs. H. Abbas Bastaman Selaku Ketua prodi TKR SMK Banjar Asri Cimaung
4.      Bapak Galih Resmana A.ST Selaku Pembimbing SMK Banjar Asri Cimaung
5.      Bapak Rosidin selaku pimpinan/kepala “SM. SANGAR MOTOR” yang juga telah banyak memberikan bimbingan baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga kita dapat melaksanakan praktek kerja lapangan dengan baik dan lancar walaupun kita banyak kekurangan dan kesalahan disaat melaksankan prakerin
6.      Cawang selaku instruktur bengkel di “SM. SANGAR MOTOR” yang telah memberikan ilmu yang begitu banyak
7.      Tak lupa juga penulus ingin banyak mengucapkan terimakasih kepada pihak – pihak terkait lain yang telah banyak membantu baik itu untuk pelaksanaan kerja praktek maupun dalam penyelasain laporan kerja praktek ini.

Penulis akui tidaklah sempurna seperti pepatah yang menyatakan “tak ada gading yang tak retak“ begitu pula dalam penulisan ini apabila nantinya banyak kekurangan dalam penulisan laporan kerja praktek ini penulis sangat mengharapkan kritik dan saranya.

Akhir kata semoga laporan kerja praktek lapangan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi kita semua.



Cimaung,09 Mei 2016


IV
LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………………......…  I
KATA PENGANTAR  …………………………………………………………………….II
DAPTAR ISI……………………………………………………………………………... III
BAB I PENDAHULUAN
1.1                       Latar Belakang

1.2                       Permasalahan

1.3                       Pengertian

1.4                       Tujuan

BAB II LANDASAN TEORI

2.1            Sejarah Perusahaan
2.2            Visi Dan Misi Perusahaan
2.3            Struktur Perusahaan
2.4            Tempat Dan Waktu Prakerin
BAB III PEMBAHASAN
3.1            Prinsip Kerja Power Steering Hidrolis
3.2            Hidrolik Power Steering
3.3            Kontruksi Sistem
3.4            Cara perawatan power steering
3.5            masalah dan pemecahan
BAB IV PENUTUP
4.1            kesimpulan
4.2            saran
DAPTAR PUSTAKA



V
BAB I
PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang

Pada era sekarang ini perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Banyak dilakukan pengembangan dan penelitian dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perkembangan teknologi transportasi sangat cepat terutama dalam bidang otomotif. Pada saat ini inovasi dalam otomotif semakin memanjakan pemakai, dengan adanya terobosan teknologi yang terbaru harus mampu memenuhi tuntutan pemakai (konsumen). Hal ini membuat pemakai lebih mudah, aman dan nyaman.sehingga para konsumen akan merasa puas dari keindahan kendaraan baik dari bagian eksterior maupun bagian interiornya. Selain itu juga disertakan perangkat keamanan dan kenyamanan yang lengkap, yang akan berfungsi optimal, meliputi : rem, suspense, kemudi dan lain sebagainya.

1.2            Permasalahan

System kemudi berfungsi mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda depan. Bila roda kemudidiputar, kolom kemudi meneruskan putaran ke roda  gigi  kemudi. Roda gigi kemudi ini memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar untuk menggerakkan roda depan melalui sambungan-sambungan kemudi (steering linkage).

1.3       Pengertian

Power steering adalah perangkat atau system pada kendaraan yang berfungsi untuk meringkankan kemudi kendaraan. Sehingga kendaraan dapat bermanufer dengan mudahdan dapat bergerak dengan radius yang lebih kecil. Jenis power steering  mempunyai dua tipe, dimana masing-masing jenis diaplikasikan pada kendaraan tertentu sesuai dengan kapasitasnya, yaotu jenis hidrolis dan elektris. Power steering  jenis hidrolis bekerja dengan oli yang bertekanan tinggi sehingga kemudi menjadi lebih ringan. Contoh mobil yang menggunakan  jenis seperti ini adalah Toyota kijang, Isuzu Panther, BMW 320i, Timor, Honda Genio, dan lain-lain. Sedangkan jenis elektris bekerja menggunakan tenaga listrik dengan memakai motor listrik khusus power steering. Mobil yang memakai jenis ini adalah Suzuki Karimun, Masda Ventrend, Honda City.

Power steering merupakan sebuah sistem yang berfungsi untuk meringankan memutar sistem kemudi kendaraan sehingga menghasilkan putaran kemudi yang ringan tanpa membutuhkan tenaga yang berarti untuk mengendalikan kemudi. Dalam perkembangannya power steering terbagi menjadi 2, yaitu : Hidrolik Power Steering dan Elektronik Power Steering
1.3            Tujuan

Dengan adanya power steering pada system kemudi tenaga yang dikeluarkan pengemudi untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda depan menjadi ringan, sehingga pengemudi akan merasa aman dan nyaman ketika berkendara.

6
BAB II
LANDASAN TEORI
“SM. SANGGAR MOTOR”
2.1       Sejarah Perusahaan

SM. SANGGAR MOTOR  berdiri pada tahun 2009 BENGKEL SANGGAR MOTOR  berdirinya berawal dari rumahnya pak Rosidin yang terletak di Perum sanggar indah banjaran, pak Rosidin memiliki dua orang mekanik yang bernama Cawang Dan Dadang.
Setelah banyaknya pelanggan Pak Rosidin berpikir untuk membesarkan bengkelnya.
Setelah tidak lama kemudian pak Rosidin membangun bengkel  “SM. SANGGAR MOTOR” di Jln raya gading 1 soreng kab, bandung, bangunan atau benkel beres pada tahun 2014 dan bisa di tempati,  yang behadapan dengan SAMSAT Soreang.

Pak Rosidin awalnya montir speciallis “BMW” namun pendapatan pak Rosidin sangatlah minim untuk mengajih dua anak buahnya, dan kebanyakan mobl  - mobil yang dibuat di Jepang jadi pak Rosidin berpikir lagi untuk bisa memasukan atau memperbaiki mobil yang di buat di Jepang, jadi sampai sekarang pak Rosidin memperbaiki juga mobil – mobil Jepang seperti Mercedes Benz, Honda,Toyota, Mitsubishi, Suzuki DLL.
Semakin perusahaan pak Rosidin berkembang dan banyak orang yang memperbaiki mobilnya pak rosidin menambah satu orang mekanik lagi yang bernama Oki (betran antonim).

7
            Pada akhinya pak Rosidin sampai sekarang memiliki tiga orang mekanik yang di percaya oleh pak Rosidin untuk memperbaiki mobil – mobil pelanggannya sampai sekarang ini.

2.2       Visi Dan Misi Perusahaan
VISI

“pak Rosidin dan staf – staf mekaniknya di “SM. SANGARA MOTOR” menjadi wiraswasta professional yang mengjungjung tinggi keramahan, kesopanan dan bisa memuaskan para pelanggannya “.
MISI

v  Mewujudkan instrument jual beli yang mampu mengakomodasi kepentingan para pelanggan .
v  Melaksanakan perdagangan yang efektif, efisien, responsive dan transparan.
v  Mewujudkan optimalisasi penerimaan efesiensi pengeluaran dan efektifitas.
v  Melaksanakan perdagangan yang sesuai.
v  Melaksanakan perbaikan mobil yang bisa memuaskan pelanggan.






























8
2.3       Struktur Organisasi


STRUKTUR ORGANISASI

PEMILIK



Rosidin

KEPALA BENGKEL



Oji

SEKERTARIS


Eti Kurniati







MEKANIK 1


Cawang

MEKANIK 2


Dadan

MEKANIK 3


Oki













9
1.5             Tempat Dan Wakttu Prakerin

v  Tempat           : SM. SANGGAR MOTOR
v  Alamat            : Jln.Gading 1 Soreang Kab Bandung
v  Jadwal  kerja :

NO
HARI
MASUK
ISTIRAHAT
PULANG
1
SENIN
08.00
12.00-12.30
17.00
2
SELASA
08.00
12.00-12.30
17.00
3
RABU
08.00
12.00-12.30
17.00
4
KAMIS
08.00
12.00-12.30
17.00
5
JUM’AT
08.00
11.00-13.00
17.00
6
SABTU
08.00
13.00-13.15
18.30
7
MINGGU
-
-
-
































10
BAB III
PEMBAHASAN

3.1       Prinsip Kerja Power Steering Hidrolis
Sistem power steering menggunakan tekanan hidrolis yang dibangkatkan oleh power steering pump gunanya adalah untuk mengurangi langkah usaha yang diperlukan untuk memutar kemudi. Power steering pump dipasang di depan engine. Pompa yang dipakai adalah tipe vane-type, dan digerakkan oleh crankshaft melalui drive belt.
Minyak power steering ditarik dari reservoir ke pompa pada saat mesin dalam keadaan hidup. Minyak ini ditekan oleh satu power steering switch dan control valve yang letaknya di dalam power steering pump.

v  Electric Power Steering

Sistem Electronic Power Steering (EPS) termasuk di dalamnya komponen yang sama seperti pada sistem power steering konvensional. Sebagai tambahannya adalah sebuah solenoid valve pada power steering gear box, dan satu control unit dekat dibawah audio yang terletak di panel farcia tengah. Untuk mengontrol aliran oli pada steering gear box, disediakan satu solenoid yang bekerja berdasarkan arus dari control module yang menerima sinyal dari VSS (Vehicle Speed Sensor) dan TPS.
11

v  Cara Kerja Electric Power Steering


Cara kerja Sistem Electric Power Steering (EPS) adalah saat kunci diputar ke posisi ON, Control Module memperoleh arus listrik untuk kondisi stand-by, bersamaan dengan itu indikator EPS pada panel instrumen menyala. Saat mesin hidup, Noise Suppressor segera menginformasikan pada Control Module untuk mengaktifkan motor listrik dan clutch pun langsung menghubungkan motor dengan batang setir. Salah satu sensor yang terletak pada steering rack bertugas memberi informasi pada Control Module ketika setir mulai diputar. Disebut Torque Sensor, ia akan
mengirimkan informasi tentang sejauh apa setir diputar dan seberapa cepat putarannya. Dengan dua informasi tersebut, Control Module segera mengirim arus listrik sesuai yang dibutuhkan ke motor listrik untuk memutar gigi kemudi. Dengan begitu proses memutar setir menjadi ringan. Vehicle Speed Sensor bertugas begitu mobil mulai melaju. Sensor ini menyediakan informasi bagi control module tentang kecepatan kendaraan. Pada kecepatan tinggi, umumnya dimulai sejak 80 km/jam, motor elektrik akan dinonaktifkan oleh Control Module.
Dengan begitu setir menjadi lebih berat sehingga meningkatkan safety. Jadi sistem EPS ini mengatur besarnya arus listrik yang dialirkan ke motor listrik hanya sesuai kebutuhan saja. Selain mengatur kerja motor elektrik berdasarkan informasi dari sensor, Control Module juga mendeteksi jika ada malfungsi pada sistem EPS. Lampu indikator EPS pada panel instrumen akan menyala berkedip tertentu andai terjadi kerusakan. Selanjutnya, Control Module menonaktifkan motor elektrik dan clutch akan melepas hubungan motor dengan batang setir. Namun karena sistem kemudi yang dilengkapi EPS ini masih terhubung dengan setir via batang baja, maka mobil masih dimungkinkan untuk dikemudikan. Walau memutar setir akan terasa berat seperti kemudi tanpa power steering.
Electric Power Steering (EPS) menggunakan beberapa perangkat elektronik seperti:
1.         Control Module: Sebagai komputer untuk mengatur kerja EPS.
2.         Motor elektrik: Bertugas langsung membantu meringankan perputaran setir.
3.         Vehicle Speed Sensor: Terletak di girboks dan bertugas memberitahu control module tentang kecepatan mobil.
4.         Torque Sensor: Berada di kolom setir dengan tugas memberi informasi ke control module jika setir mulai diputar oleh pengemudi.
12
5.         Clutch: Kopling ini ada di antara motor dan batang setir. Tugasnya untuk menghubungkan dan melepaskan motor dengan batang setir sesuai kondisi.
6.         Noise Suppressor: Bertindak sebagai sensor yang mendeteksi mesin sedang bekerja atau tidak.
7.         On-board Diagnostic Display: berupa indikator di panel instrumen yang akan menyala jika ada masalah sengan sistem EPS.


v  Keungulan Electric Power Steering

EPS tidak hanya melakukan fungsi power steering biasa, namun juga bisa mengontrol tekanan hydraulic pressure yang bereaksi berdasarkan counter-force plunger yang ada pada gear box tetapnya di dalam input shaft, oleh karena itulah karakteristik steering effort vs. tekanan hydraulic bervariasi tergantung dari kecepatan kendaraan untuk memberikan karakteristik kemudi yang optimal pas dengan kecepatan kendaraan dan kondisi kemudi.
1.         Pada saat mobil dalam keadaan stationer dan berjalan lambat putaran kemudi ringan.
2.         Pengaturan steering effort berdasarkan kecepatan kendaraan.
3.         Pada kecepatan sedang dan cepat, steering effort secara akan bertambah untuk menambah kestabilan dan kenyamanan kemudi.
4.         Pada kecepatan sedang dan cepat, ketika posisi kemudi berada atau mendekati posisi netral, fungsi reactionary plunger akan menambah steering effort agar kemudi lebih stabil.
5.         Ketika kendaraan melewati jalan yang rusak pada kecepatan sedang dan cepat, meskipun ada rintangan besar dari permukaan jalan, namun tidak akan mempengaruhi arah control kemudi, karena tekanan ouput hydraulic untuk steering effort menjadi tinggi sama seperti power steering konvensional.
6.         Sistem ini mempunyai fungsi fail-safe sehingga meskipun sistemnya elektrikal, temasuk control unit dan sensors, namun karakteristik power steering normal masih bisa di dapat.

3.2             Hidrolik Power Steering

Hidrolik Power Steering adalah sebuah sistem hidrolik (servo hidrolik) yang berfungsi untuk memperingan tenaga yang dibutuhkan untuk memutarkan kemudi terutama pada kecepatan rendah dan menyesuaikannya pada kecepatan menengah serta tinggi. Pada kecepatan rendah gaya gesek ban dengan jalan cukup tinggi, apalagi untuk tipe ban tekanan rendah dengan telapak ban yang lebar.
Rack-and-pinion assembly merupakan unit hydraulic-mechanical dengan integral piston dan rack assembly. Di dalamnya ada satu rotary valve yang mengarahkan aliran minyal power steering dan mengontrol tekanan untuk mengurangi steering effort (suatu usaha daya yang diperlukan untuk memutar kemudi). Ketika kemudi diputar, tahanan yang terbentuk oleh adanya berat dari kendaraan dan gesekan roda ke ban, menyababkan torsion bar di dalam rotary valve menjadi agak cenderung melenceng. Hal ini akan merubah posisi valve spool dan sleeve, karena itulah diperlukan pengarahan pelumas bertekanan ke proper end yang terdapat pada power cylinder. Perbedaan tekanan pada sisi piston (yang dipasang pada rack) membantu menggerakkan rack untuk mengurangi langkah usaha putar. Pelumas di dalam power cylinder yang berlawanan didesak ke control valve dan kembali ke pump reservoir. Ketika steering effort berhenti, maka control valve akan diketengahkan oleh gaya melintir dari torsion bar, tekanan pada kedua sisi piston akan disamakan, dan roda depan kembali ke posisi lurus ke depan.
13
3.3              Konstruksi System
Rack-and-pinion power steering system terdiri dari:

v  Rack and pinion steering gear box

Rack Pinion/Gearbox adalah system penggerak Power Steering dari kemudi atas kemudian di teruskan ke bagian roda dengan dibantu oleh komponen understeel atau kaki-kaki kendaraan (tie rod, rack end, idle arm dll). Di dalam system RackPinion/Gearbox terdapat piston dan valve(katup) yang bekerja sesuai tekanan olie yang disalurkan melalui Vane Pump, selain itu terdapat juga seal-seal yang berguna menahan tekanan olie agar tidak bocor keluar.

v Power steering oil pump

Pompa PS berfungsi sebagai penyalur tenaga dari mesin dengan oli yang bertekanan tinggi yang kemudian diteruskan ke bagian Rack Pinion/Gearbox melalui Selang Tekan (Selang bertekanan tingi). Posisi Vane Pump selalu berada di bagian atas dari RackPinion/Gearbox. Dan onsta setengahnya system Power Steering dikendalikan/ditentukan dari kerja Pompa, oleh karena itu bila terdapat kerusakan pada Pompa onsta dipastikan system Power Steeringnya juga tidak akan jalan alias rusak. Tipe pompa banyak sekali, antara lain : pompa torak, onstant, plunger, roda gigi luar, roda gigi dalam, vane, screw dan lain-lain. Tekanan yang diperlukan merupakan tekanan secara menerus (continue), sehingga tipe pompa yang digunakan adalah tipe Vane atau Roda Gigi. Pompa menghasilkan tekanan dengan memanfaatkan putaran mesin, sehingga volume pemompaan sebanding dengan putaran mesin.
14
Pengaturan jumlah minyak yang mengalir keluar dari pompa diatur oleh flow control valve, sehingga selalu onstant. Pada kenyataannya, karena tahanan pengemudian pada kecepatan tinggi berkurang maka jumlah aliran minyak juga harus dikurangi, supaya stabilitas pengemudian tetap terjaga Pada power steering rpm sensing dan power steering yang mempunyai flow control valve dengan built-in control spool, jumlah aliran minyak akan diatur sesuai dengan kecepatan kendaraan.
Kerja pengaturan jumlah aliran fuida/ minyak oleh flow control valve dan control spool adalah sebagai berikut :
a). Pada Putaran Rendah
Pada putaran rendah (650 s.d. 1250 rpm), tekanan yang dihasilkan oleh pompa akan dialirkan ke dua saluran yaitu x (saluran ke flow control valve) dan y (saluran ke control spool). Aliran yang melewati saluran x sebagian kembali ke pompa dan sebagian lagi keluar (P1). Aliran P1 diteruskan melewati orifice 1 & 2 dan terbagi menjadi dua yaitu output pompa dan dialirkan ke sebelah kiri flow control valve menjadi tekanan P2. Perbedaan tekan P1 dan P2 tergantung putaran mesin. Pada saat putaran mesin naik maka terjadi kenaikan perbedaan antara P1 dan P2.
Apabila tekanan P1 melebihi kekuatan pegas ”A”, maka flow control valve akan bergerak kek kiri, sehingga membuka saluran pengeluaran ke sisi pengisapan pompa sehingga jumlah aliran pengeluaran tidak naik. Pada kondisi ini jumlah aliran minyak dikontrol pada ± 6.6 ltr/ min.
b). Pada Putaran Menengah
Pada saat putaran menengah (1250 s.d. 2500 rpm) tekanan pengeluaran pompa (P1) yang bekerja pada sisi kiri control spool valve mempunyai tekanan yang mampu mengalahkan tekanan pegas ”B”, sehingga control spool valve tergerakkan ke kanan. Dengan bergesernya control spool valve maka besarnya lubang orifice 2 berkurang, sehingga tekanan out-put pompa dan tekanan P2 berkurang yang menyebabkan flow control valve semakin bergeser ke kiri.
Jadi pada posisi putaran menengah control spool valve akan tergeser ke kanan dan memperkecil orifice 2 sehingga mengurangi volume fluida yang melalui orifice.
c). Pada Putaran Tinggi
Jika putaran mencapai lebih dari 2500 rpm, control spool valve akan optimum terdorong ke kanan sehingga menutup orifice 2 dengan sempurna. Pada kondisi ini out-put pompa dan P2 hanya melalui orrifce 1, sehingga jumlah alirannya menjadi kecil, yaitu 3.3 ltr/ min.

15
Di dalam flow control valve terdapat relief valve yang berfungsi untuk mengatur tekanan kerja. Jika tekanan kerja mencapai 80kg/ cm2, pegas relief valve akan terdorong sehingga relief valve terbuka dan P2 turun.
v Oil reservoir

Oil reservoir berfungsi untuk menampung oli P/S. 

v  Tubes/Hose (selang)

Selang ini berfungsi yang menyalurkan oli yang bertekanan tinggi dari Vane Pump ke bagian Rack Pinion/Gearbox, dengan perputaran/rotasi yang sangat cepat maka dapat menimbulkan efek bunyi jika bahan selang yang dipakai kurang bagus kualitasnya.

3.4               Cara perawatan power steering

1.      Bila kendaraan mau belok sebaiknya jalan atau gerak dulu baru belok.
2.      Jangan terlalu sering membelokkan steer sampai mentok/patah terlalu lama.
3.      Memilih minyak Power Steering yang original (jenis ATF).
4.      Memilih spare parts yang original bila diservice.
5.      Untuk hidrolik jenis rack steer, disarankan setiap mencuci kendaraan karet pelindung (boot steer) kanan dan kiri diperiksa, apakah lepas, robek atau terjadi kerusakan lainnya.
6.      Jika parkir kendaraan, hendaknya posisi roda bagian depan harus lurus.
7.      Gunakan jenis ban dengan tingkat gesekannya rendah Karena system kerja Power Steering itu bisa dilihat dan dirasakan hasilnya, maka sekali lagi jika ada kelainan secepatnya diperiksakan ke bengkel yang mempunyai kemampuan dan tanggung jawab dalam masalah Power Steering.
















16
3.5               masalah dan pemecahan

v  Power Steerig Bunyi
Permasalahan power steering bunyi mendengung, penyebab yang paling kerap ditemui ada dua. Keduanya adalah selang yang telah aus dan pompa bocor.
Selain bunyi terkadang power steering juga terasa berat. Selang yang telah aus terutama banyak rajutan benang yang putus, akan mengganggu aliran fluida. Seretnya/kurang lancarnya aliran cairan itulah yang menyebabkan getaran dan suara mendengung.
Karena itu sangat disarankan secara rutin memeriksa kondisi selang tersebut.
Segera ganti bila selang tersebut telah aus. Bila dibiarkan, kerusakan akan menyebar ke bagian lain.
Kemungkinan Penyebab kedua, yaitu pompa yang bermasalah. Akar kerusakan peranti ini adalah oli yang bocor. Akibat kebocoran itu, dinding pompa yang saling bergesekan dengan blade rusak. Hal itu lantaran mereka saling bergesekan tanpa ada pelumas.
Jadi, segeralah bawa ke bengkel bila menemui gejala masalah tersebut. Periksa dan segera ganti selang yang bocor.
Sekedar untuk di ketahui berikut beberapa penyebab dan gejala rusaknya power steering mobil anda:
Umur Power Steering.
Pada usia Power steering lebih dari 5 tahun atau mobil yang sudah digunakan hingga jarak tempuh 100 ribu km, biasanya akan mengalami kerusakan atau kebocoran pada selang dan seal rack steer. Hal ini di tandai dengan tetesan oli atau rembesan yang berasal dari rumah rack, tanda tanda yang lain adalah ketika setir di belokkan timbu suara bedecit atau dengungan seperti gesekan.

17
Sementara waktu masalah ini dapat di tangani dengan rajin mengecek oli power steering dan menambahnya jika kurang, tapi sebisa mungkin untuk segera membongkarnya dan mengganti seal, selain itu juga lakukan pembersihan rumah as rack steer dari kotoran dan gram (logam lembut) karena bila terlalu lama dibiarkan dapat mengores permukaan As steer dan merusak komponen lainnya.
Oli Power Steering.
Untuk anda yang ingin mengganti atau menambah oli power steering sendiri di rumah, jangan salah mengisinya dengan oli rem, walaupun kekentalan nya sama, oli rem mempunyai sifat yang berbeda dengan oli jenis power steering. Kesalahan atau kecerobohan ini dapat merusak pompa oli, karena selain sebagai fluida kerja oli power steering juga sebagai pelumas pompa.
Karet Boot Rack Steer Robek.
Biasanya karena sudah termakan usia atau tersangkut karena letaknya di bawah, karet pelidung rack steer atau lebih di kenal dengan karet boot mengalami kerusakan atau sobek. Jika terlalu lama di biarkan debu, air dan pasir dapat masuk dan membuat rack steer berkarat, lebih parahnya lagi adalah menyebabkan permukaannya tergores dan membuat seal oli bocor. Gejala awalnya adalah stir menjadi berat dan mengeluarkan bunyi jika roda berbelok. Anda bisa melakukan pengecekan sekalian mengganti oli mesin, jika karet ini robek segera ganti dengan yang baru.
Pemakaian Tidak Wajar.
Pemakaian extreme dapat menyebabkan selang dan karet karet seal rusak, hal ini terjadi karena penggunaan mobil di luar batas. Contohnya pada mobil offroad, rely, slalom dan drifting yang sering melakukan belokan maneuver ekstrem sehingga membuat tekanan oli pada sirkuit power steering menjadi sangat tinggi dan panas. Semakin sering diperlakukan seperti itu, selang akan rusak dan bocor.
Lebih baik mencegah dari pada memperbaiki, karena untuk melakukan service power steering tidak lah murah selain itu juga memakan waktu lama








18

v  Power Steering Berat

Perangkat power steering di mobil selain memberi kemudahan juga menyuguhkan kenyamanan dalam pengendalian. Berkat peranti itu, pengemudi tak usah bersusah payah memutar roda kemudi saat ingin memutar haluan atau ingin memutar arah mobil. Begitu pun saat parkir.
“Namun, bila perangkat itu bermasalah, pengemudi dan penumpang akan merasa sangat terganggu,”
Bahkan, power steering yang rusak atau tiba-tiba seret dan berat bisa berpotensi memicu kecelakaan. Untuk itu, mengenali potensi dan gejala masalah di power steering serta cara penyelesaiannya sangatlah perlu.
Lantas, apa saja gejala itu dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut tips :
1. Putaran power steering berat
Ada beberapa hal yang menyebabkan power steering berat. Pertama, tekanan dari pompa yang tidak maksimal karena telah aus. Hal itu bisa terjadi karena adanya kebocoran pada selang oli atau minyakpower steering. “Segera lakukan penggantian selang bila selang telah rusak.
Kedua, oli atau minyak yang telah habis. Cara kerja power steering hidrolik sangat tergantung pada keberadaan oli. Pasalnya, cairan itulah yang memberikan tekanan fluida, sehingga pompa dan komponen lainnya di sistem power steering bekerja.
Ketiga, seal di rak pinion tidak dalam posisi yang tepat. Ketidaktepatan seal atau worm steering dapat menimbulkan kebocoran minyak atau oli. Akibatnya, tekanan oli juga kurang kuat. Walhasil, putaranpower steering pun semakin berat.

19
Keempat, baut rack pinion atau worm steering terlalu kencang. Baut yang terlalu kencang akan menyebabkan putaran power steering berat, meski oli lancar mengalir. Karena itu, segera setel ulang bila menemui gejala itu.
Kelima, ball joint telah aus. Bila peranti itu telah aus yang ditandai dengan kondisi kering, segera ganti.

2. Power steering berisik atau mendengung

Selama menangani permasalahan power steering mendengung, penyebab yang paling kerap ditemui ada dua. Keduanya adalah selang yang telah aus dan pompa bocor.
Seperti saat power steering terasa berat, selang yang telah aus, terutama banyak rajutan benang yang putus, akan mengganggu aliran fluida. Seretnya aliran cairan itulah yang menyebabkan getaran dan suara mendengung.
“Karena itu sangat disarankan secara rutin memeriksa kondisi selang tersebut,”
Segera ganti bila selang tersebut telah aus. Pasalnya, bila dibiarkan, kerusakan akan merembet ke bagian lain.
Penyebab kedua, yaitu pompa yang bermasalah. Akar kerusakan peranti ini adalah oli yang bocor. Akibat kebocoran itu, dinding pompa yang saling bergesekan dengan blade rusak. “Hal itu lantaran mereka saling bergesekan tanpa ada pelumas,”
Jadi, segeralah bawa ke bengkel bila menemui gejala masalah tersebut. Periksa dan segera ganti selang yang bocor.
v  Power Steering Ruksak


20
Memang menyenangkan kendaraan yang sudah dilengkapi Power Steering, memudahkan dalam pengendalian dan manuver di tiap tikungan jalan. Apalagi di saat memarkir kendaraan yang sempit dan minim ruang. Power Steering awalnya di perkenalkan pada tahun 1995, dan kini masih terus dikembangkan dari yang model pertama yaitu sistem hidraulik hingga versi modern yaitu EPS (Electronic Power Steering). Bagi Anda mobil-nya belum dilengkapi perangkat tersebut jika ingin memasangnya, untuk harga power steering-nya tidak begitu mahal kok.
Sistem cara kerja Power Steering Hidraulik atau Hidrolis yaitu menggunakan cairan oli power steering yang telah dipompa menjadikan suatu tekanan didalam rumah setir. Mengapa pompa oli power steering dapat bekerja, sebab pompa dapat bekerja digerakkan dan diputar dengan mesin melalui V-belt. Jika mobil terbaru sekarang sudah tidak dibantu oleh sistem hidraulik, melainkan dengan motor listrik maka disebut EPS (Electric Power Steering).
Masalah yang timbul dari Power Steering Hidraulik (Hidrolis) dan cara merawatnya, karena pada umumnya sering terjadi kebocoran, sebab “sil’ di rumah setir menjadi aus. Sehingga Kita rajin-rajin setiap hari memberikan cairan oli untuk power steering.
Power Steering, komponen yang sering terjadi kerusakan dan faktor penyebab :

1.                  Usia komponen yang sudah melewati masa diatas 5 tahun dan mobil yang sudah berjalan hingga 110.000 km. Kendala yang pasti kita hadapi yaitu masalah kebocoran pada selang atau rack steer. Bila kita buka kap mesin lihat bagian rembesan pada selang sirkulasi cairan oli power steering (Jika tetesan oli benar-benar ada). Apabila selang retak, sobek, atau pecah dan semakin besar pasti tetesan cairan power steering menetes dengan deras. Tanda-tanda lain, bila Kita putar setir mobil kita terdengar suara berdengung. Biasanya tiap orang hanya mampu diatasi dengan menambahkan cairan power steering, tapi apa yang kita lakukan hanya bersifat sementara bukan untuk memperbaiki.
o    Cara mengatasinya, sil memang dianjurkan untuk diganti. Disamping itu setir as pegas harus di servis sebab debu dan kotoran menempel pada as roda.
2.      Ada yang sempat terjadi dalam pengisian oli power steering-nya salah mengisi oli tersebut, ditambah lagi kurangnya perawatan dan bahkan tidak dilakukan perbaikan dibengkel. Akhirnya power steering bocor dibiarkan begitu saja. Langkah yang dilakukan, pada umumnya penambahan oli power steering-nya. Tapi apa yang dilakukan customer sering terjadi kesalahan dalam mengisi cairan oli, karena beranggapan cairan power steering sama dengan yang digunakan untuk kopling dan rem. Padahal, kegunaannya berbeda.
3.      Ada juga kejadian yang memaksakan kinerja dari power steering tersebut. Yaitu pada mobil pembalap kontes ajang slalom dan drifting, sebab ajang kontes slalom bermanuver secara berlebihan dengan kecepatan sangat tinggi. Sehingga arus cairan oli menjadi panas. Ini bisa menimbulkan kerusakan pada selang yang nantinya berakhir pada kebocoran.







21
BAB IV
PENUTUP
        
4.1   Kesimpulan

Dari uraian di atas dapet di ambil kesimpulan sebagai berikut :
Pada system Power steering daya pengemudian lebih ringan dari system pengemudi manual karena adanya tenaga dorong dari system hidrolik maupun elektrik

4.2   Saran

4.2.I Untuk Pihak Perusahaan
v  Perlu adanya pendekatan atara karyawan dan atasan supaya terjalin kekelompokan dan komunikasi yang baik dalam bekerja
v  Setiap karyawan perlu adanya kedisiplinan yang tinggi jangan sampai datang kebengkel telat dengan berbagai alasan
v  Perlu adanya kesadaran bagi pemilik bengkel untuk menghargai peserta prakerin dengan baik dan hormat janganlah hanya memanfaatkan pesera prakerin dengan tugas yang aneh-aneh yang tidak sesuai dengan jurusan dari para peserta prakerin
v  Perusahaan harus memberikan ilmu yang bermanfaat disaat peserta prakerin beres atau tuntas
4.2.II Untuk pihak sekolah
v  Harus adanya kerja sama yang insten dan erat antara pihak sekolah dan perusahaan – perusahaan untuk memajukan keterampilan dan kemampuan siswa kelulusan SMK serta mempermudah dalam mencari pekerjaan bagi setiap siswa lulusan Sekolah Kejuruan, khususya bbagi siswa SMK Banjar Asri
v  Harus adanya koordinasi dan pengawasan terhadap peserta prakerin
v  Sebainya pembimbing harus bisa mengerti anak yang sedang prakerin tidak harus di mohon – mohon untuk datang ketempat prakerin
v  Kurangnya perhatian dari pihak sekolah bagi peserta prakerin saat sedang dilaksanakan prakerin, oleh karena itu semoga dapat ditingkatkan lagi,dan tidak teralami oleh adik kelas kami

































DAPTAR PUSTAKA

1.      Suratman, M. 2001. Servis dan Reparasi Auto Mobil.
2.      Bandung: pustaka Grafika
3.      Scribd. (05/13/2010).Power Steering Recirculating Ball. http://id.scribd.com/doc/31318332/ -Power-Steering-Recirculating-Ball. Diakses pada 27/11/2012
4.      Riwadgalang. (juni 2012). Power Steering.
Ars94ps. (2012). Power Steering.
7.      Daryanto, 1994.teknik servis mobil. Jakarta: PT Reneka cipta.
8.      Dudi hermawan.Drs.1992 Aptain Engine