Senin, 18 April 2016

Pedagang Bensin Eceran Wajib Jual Pertalite?


Beberapa hari yang lalu Pertamina mengumumkan penurunan harga BBM. Penurunan harga ini berlaku untuk semua jenis bensin termasuk bensin Premium, Pertalite serta Pertamax dan jenis BBM lainnya. Sebagai rakyat Indonesia, tentu saja penurunan harga ini sangat menguntungkan sekali, karena meringankan pengeluaran kita. Namun ada keanehan yang belum saya mengerti. Sekarang ini para penjual bensin eceran (penjual bensin 2 tak) tidak diperbolehkan menjual bensin premium. Mereka hanya diperbolehkan untuk menjual BBM jenis Pertalite saja. Menurut kabar yang saya dapat seluruh SPBU di Bandung Selatan tidak memperbolehkan penjual bensin eceran membeli Premium, hanya Pertalite saja yang boleh.

Mengapa premium nggak boleh dijual di penjual eceran?



Hal ini tentu saja aneh banget soalnya bensin premium juga masih banyak, tapi kenapa kok nggak boleh dibeli? Dari hal ini saya tarik kesimpulan bahwa penjualan pertalite di Bandung Selatan ini memang kurang peminat. Hal ini dikarenakan banyak mitos yang beredar di kalangan masyarakat bahwa Pertalite ini tidak baik bagi mesin motor mereka. Banyak keluhan dari masyarakat yang menyebutkan bahwa motor mereka menjadi ngebul,cepat panas dan lain sebagainya gara-gara memakai bensin pertalite ini.

Kalau saya pribadi sih sepertinya tidak menemukan hal itu Dan apabila benar saya rasa itu tidak apa-apa soalnya saya rasa performa mesin saya menjadi meningkat dengan memakai bensin pertalite ini.

Balik lagi ke pokok permasalahan, para pedagang bensin eceran ini semuanya wajib menjual Pertalite dan itu bukan sebuah fenomena biasa :D dan dari kesimpulan saya hal ini terjadi karena BBM jenis Pertalite ini memang kurang laku di pasaran sehingga memaksa Pertamina untuk bergerak cepat agar Pertalite ini cepat habisnya. Atau mungkin laba dari pertalite ini lebih besar ya hehehe...

Apapun itu alasannya, sangat "bodoh" jika penjual eceran tidak diperbolehkan jual Premium sedangkan Premium masih mereka jual ke pembeli biasa. Kan sama saja toh...?