Selasa, 16 Juni 2015

Kota Termacet Sedunia Bukanlah Jakarta, Ini data Lengkapnya

Tags

Jika bicara tentang kota termacet, tentunya kita langsung teringat dengan kemacetan kota jakarta Indonesia. Namun taukah anda bahwa kota termacet sedunia itu bukanlah Jakarta.

Indeks kota termacet didunia ini didapatkan berdasarkan Index Castrol MAGNATEC STOP-START yang meneliti kondisi lalu lintas di 50 kota dan wilayah di seluruh dunia, termasuk Amerika Utara (New York), Australia (Sydney), Asia (Shanghai, Hong Kong, Bangkok, Jakarta) dan Eropa (London, Istanbul). Indeks ini akan menunjukkan bagaimana kemacetan lalu lintas, berhenti dan kembali berjalan, akan mempengaruhi waktu perjalanan dan kondisi mengemudi di seluruh dunia, dan bagaimana tingkat keparahan tiap kota berbeda. Indeks ini mengacu dari data navigasi pengguna Tom Tom, mesin GPS, untuk menghitung jumlah berhenti dan jalan yang dibuat setiap kilometer. Jumlah tersebut kemudian dikalikan dengan jarak rata-rata yang ditempuh setiap tahun.

Lalu kota manakah yang mempunyai predikat Kota Termacet di Dunia?

Istanbul, Turki - 31.200





Istanbul kebanjiran 30.000 mobil baru setiap bulan. Menurut data statistik, satu dari lima orang di Istanbul memiliki kendaraan bermotor. Tidak heran kota metropolitan di antara dua benua ini menduduki peringkat pertama dalam daftar kota termacet di dunia. Selama setahun setiap pengemudi di Istanbul harus berhenti sebanyak 31.200 kali karena kemacetan.

2. Mexico City, Meksiko - 30.480

Sebanyak empat juta kendaraan bermotor lalu lalang di kota Mexico City setiap harinya. Tidak heran jika kota ini juga dianggap sebagai salah satu kota dengan polusi udara terburuk di dunia. Dalam Castrol Index, pengemudi di Mexico City mengalami 30,840 stop dan start setiap tahun.

3. Moskow, Rusia - 29.520

Kecepatan rata-rata kendaraan di Moskow tercatat maksimal 3 kilometer/jam. Serupa dengan Jakarta, ibukota Rusia ini kewalahan menghadapi ledakan pembelian kendaraan yang melonjak dalam satu dekade terakhir. Kendati memiliki sistem transportasi yang memadai, Moskow tertinggal dalam urusan pembangunan infrastruktur. Menurut pemerintah kota, ruas jalan yang ada cuma mampu menampung 30% kendaraan.

4. Beijing, Tiongkok - 28.200

Kota ini merupakan Ibu kota Republik Rakyat Tiongkok dan merupakan kota terbesar kedua di Tiongkok setelah Shanghai. Penghubung transportasi utamanya adalah dengan menggunakan jalur kereta api, jalan raya dan jalan tol di segala penjuru kota. Beijing merupakan pusat politik, pendidikan, dan kebudayaan di Tiongkok. Banyaknya mobil di kota ini menjadikan kemacetan tak terhindarkan di kota ini. Pada tahun 2010 tercatat pernah terjadi kemacetan sepanjang lebih dari 100 km selama lebih dari 10 hari di China National Highway 110 dan Beijing–Tibet expressway, menjadikannya salah satu kemacetan terparah di dunia. Castrol Index mencatat setiap pengemudi di kota ini mengalami 28.200 start-stops setiap tahunnya.

5. a. Jakarta, Indonesia - 28.080




Rata-rata setiap tahunnya pengemudi kendaraan di Jakarta mengalami 28.080 start-stop alias kemacetan. Catatan ini tidak mengherankan mengingat pembangunan infrastruktur tidak sebanding dengan pertumbuhan populasi kendaraan yang saat ini menurut Polda Metro mencapai 21 juta di Jakarta. Bedanya Jakarta dengan kota-kota lainnya adalah banyaknya motor di jalanan yang ikut bermacet-macetan

5. b. Roma, Italia - 28.080

Sejak bertahun-tahun kota Roma di Italia mencoba mengatasi masalah lalulintas berupa minimnya jumlah transportasi publik dan rasio kendaraan bermotor per kapita yang tertinggi kedua di Italia. Negeri di selatan Eropa itu sendiri tercatat sebagai negara dengan tingkat kepadatan kendaraan tertinggi di dunia. Terdapat nyaris 600 kendaraan bermotor untuk setiap 1000 penduduk Italia.

5. c. St. Petersburg, Rusia - 28.080

St. Petersburg sejatinya memiliki sistem transportasi publik yang sangat memadai. Sekitar 2,5 juta penumpang tercatat menggunakan layanan kereta bawah tanah, Metro, setiap harinya. Dengan jumlah penduduk yang berkisar lima juta, angka tersebut sebenarnya sudah sangat baik. Tapi tingginya angka lalulintas pegawai yang tinggal di luar kota membuat padat jalan-jalan di St. Petersburg Kalo ente bertanya peringkat 5 nya kok banyak, itu karena memang jumlahnya sama yaitu 28.080

6. Bangkok, Thailand - 26.040

Kebijakan bekas PM Takhsin Shinawatra yang memangkas pajak buat pembeli kendaraan baru turut menambah runyamnya kondisi lalulintas di Bangkok. Sejauh ini kota berpenduduk sekitar 14 juta jiwa itu memiliki hampir delapan juta kendaraan. Castrol Index mengklaim setiap pengemudi di Bangkok menghabiskan 36 persen dari waktu perjalanan terjebak di tengah kemacetan.

7. Shanghai, Tiongkok - 24.960

Shanghai adalah kota terbesar Republik Rakyat Tiongkok dan terletak di tepi delta Changjiang. Perkembangan kota ini dalam beberapa dekade terakhir telah membuatnya menjadi pusat ekonomi, perdagangan, finansial dan komunikasi terpenting Cina. kemacetan di Shanghai paling padat terjadi pada saat senin dan kamis pagi serta jumat sore. Castrol Index mencatat setiap pengemudi di kota ini mengalami 24.960 start-stops setiap tahunnya.

8. Guadalajara, Mexico - 24.360

Menurut Castrol Index, pengemudi di Guadalajara mengalami 24.360 start-stops per tahun. Artinya lebih dari 30% waktu perjalanan dihabiskan di tengah kemacetan. Guadalajara mencatat rasio kepemilikan kendaraan terbesar di Meksiko. Tercatat satu dari empat orang di kota ini memiliki mobil atau motor.

Posting ini dibuat dari berbagai sumber dan kebanyakan dikutip dari sebuah thread pada forum kaskus.
Dan berikut ini sumber lengkapnya:
Sumber Utama [Thread Kaskus] oleh agan runarazenviq
Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3
dan tentunya dari mbah google